Mungkin ini adalah hari
terakhirku menginjakkan kaki di kota ini sebelum datang semester depan. Sebenarnya
tidak ada yang berbeda dari sebelumnya, karena aku memang terbiasa pulang pergi
Kendal-Yogyakarta. Malam ini ditemani rintik hujan, kembali aku duduk bersila.
Berhadapan dengan layar pixel. Terdiam meski tak sepenuhnya sepi. Tak jarang
suara erangan kucing, cukup dekat untuk memecah kesendirianku. Udara dingin
dari hujan yang sedari tadi muncul, tak pelak membuatku menggigil kedinginan,
meski tubuhku telah terselimuti kain tebal.
Malam ini ditemani rintik hujan, aku disini untuk ‘merayakan’ hari terakhir kebersamaan kita dalam ruang dan waktu yang sama. Sebab beberapa hari yang lalu, ‘pesta meriah’ atas nama keluarga mau tak mau meski kita sudahi. Rela tak rela meski kita akhiri. Sangat menjadi pengecut ketika kamu maupun aku menyalahkan pertemuan bila berakhir perpisahan. Bagaimanapun hebatnya kita berusaha untuk ‘ada’ namun toh ‘ketiadaan itu’ nyata.
Masih ingatkah tentang
ini ?
Mungkin jawabanmu
tidak. Namun, entahlah yang terjadi dengan diriku. Aku masih terus saja
menyimpan hal-hal yang mungkin telah coba engkau lupakan. Kebodohan kecilku
adalah masih berusaha memafkanmu, dan mendoktrin diriku sendiri bahwa
kekhilafanmu adalah salahku, yang tidak cukup baik membalas rasamu. Aku terlalu
merindukanmu, mari kita berbaikan J Bagaimana
menurutmu ?

0 komentar:
Posting Komentar