belum berjudul

Tak ada yang dapat mengalahkan nikmatnya susu kental hangat menemani sehelai roti di tengah hujan lebat yang turun beriak di kota jogja. Pun tak ada yang sanggup menyaingi hangatnya mentari pagi beradu dengan bunga desember sedang malu-malu menampakkan semburatnya.
Sempurna
Tanah yang dikecupi rintik hujan dengan mawar merah selalu meneteskan embun.
Aku merindu pada hal itu, yang entah bagaimana caranya mengingatkanku padamu. Pada suaramu yang seperti aerosol menggema disetiap sudut kamarku.
Ah, betapa aku merindu
Rindu tentang dirimu
Rindu ini setiap saat muncul bertepatan dengan matahari yang mulai tenggelam, atupun gerimis yang mulai menyeruak. Bahkan terkadang aku merindu ketika engkau berada didekatku.
Suara yang menenangkan, meneduhkan.
Aku pernah berkata, kalau suaramu itu satu-satunya hal yang mampu mengalahkan denting gerimis yang masuk melewati celah atap. Mereka mengintip pelan lewat sela genting dengan malu-malu. Begitu halus dan sunyi. Seperti itulah suaramu.
Dan kamu malah tertawa
Mendengar suara tawamu, ah sepertinya semua perempuan suka, tak terkecuali aku.



3 komentar:

 
celeochrom Blog Design by Ipietoon